Jawa Barat dengan jumlah penduduk 48,68 juta jiwa dan luasan 35 ribu km² merupakan propinsi terbesar dibanding provinsi lain di Indonesia. Beban kesehatan cukup banyak,  Angka Kematian Ibu (AKI)  305 kematian/1000 kelahiran hidup, Angka kematian Bayi (AKB) 32 kematian/1000 kelahiran hidup, stunting anak,  gizi lebih, infeksi krinik spt TBC, kecelakaan kerja & penyakit akibat kerja dan masalah kesehatan lainnya menjadi tantangan utk direspond agar kualitas hidup  masyarakat dapat terus meningkat.

Faskes Tingkat Pertama  terutama Puskesmas dan Klinik menjadi garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat utk mengatasi tantangan diatas.  Saat ini Jawa Barat memiliki 1039 unit puskesmas dan 2100 klinik yang tersebar di 25 Kota Kabupaten.  Peningkatan kualitas dan kuantitas dari sarana FKTP ini terasa ungent untuk mengatasi masalah kesehatan saat ini serta menjawab tantangan kesehatan masa depan.

Khusus  pelayanan kesehatan (klinik) swasta turut ber peran cukup strategis dalam upaya berkontribusi membangun kesehatan masyarakat.  Keberadaan klinik menjadi partner penyeimbang yang penting bagi sarana pelayanan kesehatan milik pemerintah.   Oleh sebab itu kualitas pelayanan di klinik menjadi kepedukian kita utk senantiasa bertumbuh meningkat dari waktu ke waktu.  Issue2 menejemen klinik saat ini selain keberlangsungan akreditasi klinik , juga pembiayaan, sumber daya manusia, peralatan dan aplikasi teknologi, pengembangan layanan jarak jauh, telah menjadi perhatian kita  untuk menjamin mutu pelayanan.

Keberadaan klinik dalam melakukan pelayanan kesehatan juga memerlukan “keamanan” dalam menjalankan fungsinya.  klinik perlu terlindungi baik dari sisi legal, SDM, manajerial maupun finansialnya.  Innovasi perlu dikembangkan didalam koridor peraturan, dan kemampuan membuat putusan menetapkan terobosan menjadi tantangan pihak pengelola. Safety Clinic dan patient safety merupakan issue yang besar untuk dijalankan di semua klinik khususnya di Jawa Barat.

Sejalan dengan misi Asklin : “menjadikan klinik sbg sarana pelayanan kesehatan terdepan dlm melayani kesehatan masyarakat dg sistim rujukan yg terarah dan terpadu” maka Asosiasi Klinik Jawa Barat (ASKLIN JABAR) berkomitmen untuk mendorong Pertemuan Manajemen ASKLIN yang akan rutin dilakukan selama satu tahun sekali.  Kesinambungan dari Pertemuan ini juga akan memberikan kesempatan anggota utk mendapatkan layanan konsultasi manejemen (after event service), fasilitasi sumber2 pendanaan, dan advis konsultasi hukum.

Pertemuan kali ini unik, krn desakan situasi era Covid, kita menyelenggarakannya dlm modus virtual. Yg masih dipercaya tetap akan menghangatkaan ajang silaturahmi antar anggota.